PMB PJJ UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Jangkau Peserta Nasional hingga Internasional, 187 Calon Mahasiswa Ikuti Seleksi Daring

PMB PJJ UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Jangkau Peserta Nasional hingga Internasional, 187 Calon Mahasiswa Ikuti Seleksi Daring

Cirebon, 21 Juli 2026 – UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali memperkuat posisinya sebagai Cyber Islamic University (CIU)pertama di Indonesia melalui penyelenggaraan Seleksi Mandiri Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Tahun Akademik 2026/2027. Seluruh rangkaian seleksi dilaksanakan secara daring pada 20–21 Juli 2026 dengan pusat kendali di Gedung Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustikom) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Pelaksanaan seleksi berbasis digital ini menjadi wujud komitmen universitas dalam menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang dapat diakses masyarakat tanpa dibatasi jarak geografis. Melalui sistem daring, calon mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri dapat mengikuti proses seleksi secara efektif dan efisien.

Kepala UPT Pendidikan Jarak Jauh UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Muslihuddin, M.Ag., menyampaikan bahwa sebanyak 187 calon mahasiswa mengikuti Seleksi Mandiri PJJ tahun ini untuk memperebutkan kursi pada lima program studi yang ditawarkan, yaitu:

  • S1 Pendidikan Agama Islam (PAI);
  • S1 Pendidikan Bahasa Arab (PBA);
  • S1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI);
  • S1 Hukum Keluarga Islam (HKI); dan
  • S1 Sejarah Peradaban Islam (SPI).

Menurutnya, minat masyarakat terhadap Program Pendidikan Jarak Jauh terus menunjukkan tren positif. Peserta seleksi berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, dengan jumlah terbanyak berasal dari Kabupaten Banggai, Sulawesi, yang mengirimkan 52 peserta.

Menariknya, seleksi tahun ini juga diikuti oleh satu peserta yang berdomisili di Jepang, mencerminkan semakin luasnya jangkauan layanan pendidikan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon hingga tingkat internasional.

Dr. Muslihuddin menilai keberagaman asal peserta menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembelajaran jarak jauh yang dikembangkan universitas sebagai alternatif pendidikan tinggi yang fleksibel, berkualitas, dan berbasis teknologi digital.

Sekretaris UPT Pendidikan Jarak Jauh, Listiana Ikawati, M.Hum., menjelaskan bahwa proses seleksi dirancang secara komprehensif untuk memperoleh calon mahasiswa yang memiliki kesiapan akademik sekaligus motivasi belajar yang kuat.

Tahapan seleksi meliputi Computer Based Test (CBT) dan wawancara daring, yang diikuti seluruh peserta sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan seleksi, panitia menyiapkan berbagai fasilitas, antara lain:

  • 15 ruang Zoom yang digunakan secara bersamaan;
  • 15 pengawas untuk memastikan pelaksanaan ujian berjalan sesuai prosedur; dan
  • 15 dosen pewawancara yang bertugas menilai kompetensi, motivasi, serta kesiapan peserta mengikuti pembelajaran berbasis Pendidikan Jarak Jauh.

Menurut Listiana, mekanisme tersebut dirancang agar seluruh proses seleksi berlangsung objektif, transparan, dan akuntabel.

Keberhasilan penyelenggaraan PMB daring juga ditopang oleh kesiapan infrastruktur teknologi yang dikelola UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustikom).

Kepala UPT TIK, Riyanto, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa seluruh komponen teknologi telah dipersiapkan dan diuji sebelum pelaksanaan seleksi dimulai. Persiapan tersebut mencakup server, jaringan internet, aplikasi CBT, sistem keamanan, hingga ruang virtual yang digunakan selama proses seleksi.

Menurutnya, kesiapan infrastruktur digital menjadi elemen penting dalam memastikan pelaksanaan ujian berlangsung stabil, aman, dan minim kendala teknis sekaligus mendukung identitas UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai perguruan tinggi Islam berbasis siber.

Penyelenggaraan Seleksi Mandiri Program Pendidikan Jarak Jauh merupakan bagian dari strategi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. Model pembelajaran ini dirancang untuk menjangkau calon mahasiswa yang memiliki keterbatasan waktu, lokasi, maupun kesibukan pekerjaan tanpa mengurangi kualitas proses akademik.

Melalui dukungan teknologi informasi, sistem pembelajaran digital, tenaga pendidik yang kompeten, serta mekanisme seleksi yang transparan, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memperkuat visinya sebagai Cyber Islamic University yang menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang modern, inklusif, adaptif, dan berdaya saing global.

Ke depan, universitas optimistis mampu mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga siap menghadapi dinamika perkembangan teknologi dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat, bangsa, dan dunia.

Scroll to Top